Dadang Iskandar Danubrata dan Bung Karno, ilustrasi
INTELMEDIA – Merespons ancaman krisis dan kelangkaan bahan pokok, PDI Perjuangan Kota Bogor menggelar aksi masif penanaman massal tanaman komoditas ‘pendamping nasi’. Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bogor, Dadang Iskandar Danubrata menegaskan bahwa gerakan ini adalah wujud eksekusi langsung atas instruksi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan yang diserukan kepada seluruh pengurus cabang se-Indonesia.
“Penanaman bibit tanaman pendamping nasi merupakan langkah konkret yang penting dilakukan untuk mengantisipasi potensi kelangkaan pangan di hari-hari ke depan,” kata Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bogor yang juga Wakil Ketua DPRD Kota Bogor, Dadang Iskandar Danubrata di sela-sela kegiatan di Balumbang Jaya, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Rabu (10/6/2026).
Dadang berujar, instruksi serentak berskala nasional ini didasari oleh analisis dan pembacaan situasi dari Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri. Presiden ke-5 RI tersebut menyoroti adanya potensi kerawanan pangan dalam beberapa bulan ke depan hingga proyeksi jangka panjang.
“Bibit tanaman difokuskan pada komoditas yang kaya akan karbohidrat sebagai pengganti beras. Beberapa komoditas yang ditanam meliputi singkong, ubi talas, serta berbagai varietas umbi-umbian lokal lainnya,” tukasnya.
Dia menambahkan, belakangan ini fenomena Godzilla El Nino terjadi menyebabkan kondisi kekeringan yang tinggi dan panjang. Dimulai Maret 2026, BMKG mencatat sekitar 7% dari Zona Musim (ZOM) di Indonesia telah memasuki fase kemarau.
“Sorgum merupakann tanaman serealia paling tangguh di Indonesia yang sangat tahan terhadap kekeringan dan cocok untuk lahan kering. Selain itu, komoditas pangan lokal seperti jagung, singkong (ubi kayu), sagu, dan talas juga difokuskan oleh pemerintah sebagai sumber karbohidrat alternatif pengganti beras saat kemarau,” ucap Dadang terkait tanaman bibit ketahanan pangan pengganti beras.
Dadang melanjutkan, instruksi Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri telah dijalankan para kader PDI Perjuangan di kota hujan terkait pengembangan 10 jenis tanaman pangan alternatif pendamping beras untuk memperkuat ketahanan dan kedaulatan pangan nasional. Tanaman-tanaman tersebut difokuskan pada sumber karbohidrat lokal, antara lain singkong (ketela pohon), jagung, sorgum, porang, ubi jalar, sukun, talas, Sagu, kentang hingga pisang.
Indonesia, sebutnya, memiliki potensi besar untuk pangan lokal.
“Yang saya ketahui dari berbagai sumber, Indonesia memiliki 77 jenis pangan sumber karbohidrat, 75 jenis pangan sumber protein, 110 jenis rempah dan bumbu, 389 jenis buah-buahan, 228 jenis sayuran, 26 jenis kacang-kacangan, dan 40 jenis bahan minuman,” tukanya.
“Ada sejumlah pangan lokal yang bisa mendukung. Diantara enam pangan lokal sumber karbohidrat non beras yang difokuskan yakni ubi kayu, jagung, pisang, kentang, sagu, dan sorgum. Dari segi kandungan kalori, sorgum tidak kalah tinggi dibandingkan beras. Dan, mampu jadi bahan pangan untuk cegah krisis,” imbuhnya.
Dadang menjelaskan lebih rinci, sorgum merupakan tanaman serealia yang berasal dari daerah tropis dan subtropis, termasuk Afrika dan Asia. Di Indonesia, sorgum mulai dikenal sebagai tanaman serbaguna yang dapat diolah menjadi berbagai produk pangan. Biji sorgum memiliki bentuk bulat kecil dan biasanya berwarna cokelat, putih, atau merah. Sebagai tanaman tahan kering, sorgum memiliki kemampuan adaptasi yang luar biasa, sehingga cocok ditanam di berbagai wilayah di Indonesia, termasuk daerah yang kurang subur atau minim air.
“Pengganti nasi yang mendukung ketahanan pangan, sorgum dapat tumbuh di lahan kering dan minim air, sehingga cocok untuk daerah yang sering menghadapi musim kering panjang. Biaya produksinya pun terbilang rendah. Dan, ranaman sorgum tidak memerlukan banyak pupuk atau pestisida, sehingga biaya produksinya relatif rendah dibandingkan tanaman lain. Nah, kepada warga Kota Bogor diimbau agar manfaatkan lahan yang ada dengan menanam bibit makanan mulai sekarang,” seru Dadang.
Sebagai informasi, sebelumnya DPC PDI Perjuangan Kota Bogor telah melaksanakan penanaman pendamping beras digelar di kebun binaan PDI Perjuangan Kota Bogor, di Cipaku, Kecamatan Bogor Selatan, berlanjut di Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor. Kemudian di Kayumanis, Kecamatan Tanah Sareal. Kini, kegiatan serupa bersamaan dengan rangkaian acara Bulan Bung Karno juga dilakukan kegiatan penanaman di RT 002, RW 002, di kebun Lestari Alam Balumbang Jaya, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Rabu (10/6/2026).
Aksi merawat pertiwi dan ketahanan pangan ini merupakan komitmen PDI Perjuangan Kota Bogor melaksanakan instruksi Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri. Bibit yang ditanam yakni komoditas pangan alternatif diantaranya bibit jagung, umbi-umbian, sukun, pisang hingga sorgum. (Nesto)
