INTELMEDIA – Komunitas Pemuda Peduli (KPP) Bogor Raya menyoroti maraknya pekerjaan galian jaringan utilitas oleh Asosiasi Penyelenggaran Jaringan Telekominiasi (APJATEL) dan pelaksana proyek di Kota Bogor yang diduga tidak memenuhi standar keselamatan dan tanggung jawab terhadap fasilitas publik.
Ketua KPP Bogor Raya, Beni Sitepu, menyampaikan bahwa di sejumlah titik ditemukan kondisi trotoar yang rusak, tumpukan tanah galian yang tidak tertangani, serta minimnya upaya pemulihan pasca pekerjaan.
Kondisi ini dinilai berpotensi membahayakan pejalan kaki dan mengganggu ketertiban umum.
“Trotoar adalah ruang aman bagi masyarakat. Ketika dirusak dan dibiarkan tanpa pemulihan, maka yang terjadi adalah ancaman nyata terhadap keselamatan publik,” tegas Beni.
KPP Bogor Raya menilai situasi ini mengindikasikan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan proyek galian utilitas, termasuk aspek pengawasan dan kepatuhan terhadap standar teknis yang berlaku.
Sehubungan dengan itu, KPP Bogor Raya mendesak:APJATEL dan seluruh kontraktor untuk segera melakukan pemulihan trotoar dan lingkungan terdampak secara menyeluruh dan Pemerintah Kota Bogor untuk memperketat pengawasan serta melakukan evaluasi terhadap izin pekerjaan galian.
KPP Bogor Raya menegaskan akan terus mengawal persoalan ini dan tidak menutup kemungkinan menempuh langkah lanjutan, termasuk penyampaian laporan kepada instansi berwenang, apabila tidak terdapat perbaikan signifikan di lapangan. (Dodo)
