Ketua KPP Bogor Raya, Beni Sitepu saat berorasi di teras Bank Mandiri
INTELMEDIA – Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Bogor menyatakan protes keras terhadap persoalan pemblokiran rekening seorang aktivis di Bank Mandiri. Ketua Komunitas Pemuda Peduli (KPP) Bogor Raya, Beni SItepu mempertanyakan mendesak pihak bank menyampaikan secara terbuka saat gelar unjuk rasa di halaman Bank Mandiri, Jalan Djuanda, Senin (7/9/2026).
Dalam orasinya, Beni mempertanyakan pemblokiran rekening atas dasar apa, siapa yang meminta serta memutuskan dan apa alasannya.
“Kalau memang sesuai aturan, jelaskan prosedurnya! Kalau memang ada dasar hukum, jelaskan dasarnya! Kalau memang tidak ada persoalan, buktikan kepada publik!,” ucapnya.
Beni menegaskan bahwa massa aksi tidak membutuhkan jawaban yang berputar-putar.
“Kami tidak datang untuk meminta-minta. Kami datang untuk menuntut kejelasan. Kalau Bank Mandiri merasa semuanya benar, silakan Kepala Cabang keluar, temui kami, dan jelaskan di hadapan publik,” tandasnya.
Menurutnya, institusi besar tidak boleh alergi terhadap kritik.
“Jangan berharap kami diam hanya karena yang kami hadapi Bank Mandiri. Kami akan terus bersuara. Kami akan terus mengawal. Sampai persoalan ini mendapatkan jawaban yang jelas,” lanjut Beni.
Sebagai bentuk tekanan moral dan protes publik, Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Bogor membentangkan spanduk bertuliskan Boikot Bank Mandiri.
Seruan tersebut merupakan bentuk protes terhadap persoalan yang sedang dipersoalkan, dan aksi akan dilakukan secara damai, tertib, serta sesuai ketentuan hukum.
“Semakin besar institusinya, semakin besar pula tuntutan terhadap transparansi dan akuntabilitasnya. Kalau benar, jelaskan!,” tuntas Beni.
Unjuk rasa digelar dengan tertib sebagai aksi damai menyuarakan hak publik. Beni menegaskan pihaknya akan tetap menyampaikan kritik dan aspirasi terkait persoalan tersebut.
“Jangan berharap kami diam. Karena, yang kami hadapi Bank Mandiri. Kami akan terus bersuara dan mengawal sampai persoalan ini mendapatkan jawaban yang jelas,” tuntas Beni. (*Dodo)
