Semarakan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia ke-81, DPC PDI Perjuangan Kota Bogor menggelar lomba pidato ‘Dicari Bung Karno Muda’. Pilihan sosok Bung Karno, karena perannya dalam proklamasi kemerdekaan RI.
“Diawali menyusun konsep teks proklamasi di rumah Laksamana Muda Tadashi Maeda bersama Bung Hatta dan Ahmad Subarjo. Menandatangani teks proklamasi bersama Bung Hatta. Dan, membacakan teks Proklamasi,” demikian disampaikan Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bogor, Rita Marcia Sigit, Selasa (4/8/2026).
Dia menambahkan, kegiatan ini direncanakan akan dimulai pada 6 Agustus 2026, untuk mengentalkan ingatan sejarah kepada kaum muda dan menggelorakan spirit cinta Tanah Air Bung Karno.
“Melalui karakter nasionalisme Bung Karno diharapkan dapat menumbuhkan jiwa patriotisme dan nasionalisme didalam diri generasi muda,” ujar Rita.

Penuturannya, kegiatan ini juga berguna sebagai sarana berekspresi bagi generasi muda dan mengembangkan bakat-bakat di bidang akademik dan non akademik.
“Bagi peserta yang akan ikut serta, bisa langsung kirim videonya maksimal 5 menit, ke nomor whatsapp panitia 0813 8862 1972 atau ke nomor whatsapp 0858 8912 5790. Peserta yang berpidato di rekam melalui ponsel dan pastikan suaranya terdengar jelas. Boleh sembari membaca teks,” ucap Rita.
Persyaratan peserta, domisili di Kota Bogor dan maksimal usia 40 tahun. Sebagai juri, sambungnya, dirinya sendiri yakni Rita Marcia Sigit, S.P, serta Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bogor, dr Yuno Abeta Lahay dan jurnalis yang juga motivator, Ferel Hutagalung S.Psi.
“Hadiahnya lumayan, total jutaan rupiah. Langsung dikirim sekarang jika sudah siap. Nantinya, 6 peserta yang masuk finalis akan dipertandingkan di Kantor DPC PDI Perjuangan Kota Bogor, Jalan Ahmad Yani II No 4, Tanah Sareal, pada Sabtu, 22 Agustus 2026 mendatang, untuk tentukan peringkat,” tukasnya.
Sebagai pilihan pidato, masih menurut Rita, yakni ‘Indonesia Emas Dimulai dari Pemuda’, ‘Pancasila sebagai Jalan Persatuan’, ‘Semangat Gotong Royong untuk Kota Bogor dan Aku Muda’, ‘Aku Berkarya untuk Indonesia’.
Terkait kriteria penilaian, lanjutnya, lebih mencerminkan kemampuan orasi yang menjadi ciri khas Soekarno.
“Selanjutnya, peserta dapat menunjukkan keberanian, kemampuan menyampaikan gagasan, dan jiwa kepemimpinan hingga penghayatan. Yuk, tunggu apalagi, langsung cuss ya kirim video pidatonya. Lima menit untuk Kemerdekaan RI,” tuntasnya. (Nesto)
