INTELMEDIA— Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Bogor, Agus Salim, mengusulkan peraturan daerah (Perda) Mengaji atau membaca Al-Qur’an bagi siswa Muslim sebelum menyelesaikan pendidikan di tingkat sekolah dasar (SD).
“Hal ini sempat menjadi wacana dan sebenarnya merupakan usulan dari kami dan usulan ini masih dalam tahap pembahasan dan memerlukan kajian mendalam sebelum diterapkan,” ujar Agus Salim kepada wartawan, Rabu (26/8/2026).
Menurut Agus, kemampuan mengaji anak perlu mendapat perhatian sejak dini. Ia mengkhawatirkan anak yang belum bisa mengaji saat lulus SD akan semakin enggan belajar ketika menginjak jenjang SMP.
“Anak biasanya mau mengaji sebelum lulus SD. Kalau sudah masuk SMP, umumnya malas karena tidak ada temannya,” jelasnya.
Oleh karena itu, DPRD Kabupaten Bogor mendorong agar kemampuan membaca Al-Qur’an menjadi target pembelajaran yang dipersiapkan sejak kelas 1 SD.
Agus menjelaskan bahwa pada tahap awal, kebijakan ini dapat diterapkan melalui surat edaran atau imbauan kepada sekolah dan orang tua. Imbauan tersebut diharapkan mendorong sekolah, khususnya bagi siswa Muslim, untuk menyusun program mengaji sejak dini.
“Di setiap sekolah, khususnya bagi murid Muslim, akan diupayakan adanya program mengaji sejak kelas 1,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa wacana ini terus dikaji bersama berbagai pihak terkait, termasuk Komisi IV DPRD, guru-guru Al-Qur’an, dan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Penerapan target tersebut diperkirakan membutuhkan waktu persiapan satu hingga dua tahun sebelum dipertimbangkan menjadi persyaratan resmi.
“Proses penerapannya mungkin butuh waktu satu sampai dua tahun hingga nantinya menjadi persyaratan. Namun yang jelas, hal ini terus kami dorong,” tuturnya.
Agus berharap seluruh siswa Muslim di Kabupaten Bogor dapat lulus SD dengan kemampuan membaca Al-Qur’an yang baik. Berbagai metode pembelajaran pun dapat diterapkan secara bebas, termasuk melalui Rumah Qur’an maupun program tahfiz.
“Sekolah dipersilakan mengadopsi metode apa saja untuk pembelajaran, baik metode Iqro, Qiroati, maupun metode lainnya,” pungkasnya. (**)
