INTELMEDIA /Kabupaten Bogor — Pusat Literasi dan Edukasi Demokrasi (PRESTASI) Angkatan I Tahun 2026 resmi menuntaskan seluruh rangkaian pembelajaran melalui pertemuan kelima yang sekaligus menjadi temu pamungkas program yang diselenggarakan KPU Kabupaten Bogor. Pada pertemuan terakhir ini, peserta tidak hanya mendapatkan penguatan materi teknis kepemiluan, tetapi juga diajak memahami pentingnya mitigasi potensi perselisihan hasil pemilu serta mengambil peran dalam menjaga kualitas demokrasi.
Memasuki sesi awal, peserta mendapatkan materi mengenai Penghitungan dan Rekapitulasi Suara pada Pemilu dan Pemilihan. Materi tidak berhenti pada pemahaman konseptual, peserta juga terlibat langsung dalam simulasi pengisian Formulir C.Hasil, yakni formulir yang digunakan dalam proses penghitungan suara di tingkat Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Melalui simulasi tersebut, peserta ditantang untuk menerapkan ketelitian dan kecermatan dalam menuangkan hasil penghitungan suara ke dalam formulir. Setelah simulasi selesai, peserta bersama fasilitator melakukan pembahasan dan evaluasi terhadap hasil pengisian, sekaligus mendiskusikan berbagai kemungkinan persoalan yang dapat muncul dalam proses penghitungan suara di tingkat TPS.
Pembelajaran kemudian berlanjut melalui sesi diskusi bersama Anggi Abdul Rahman Harahap, S.H., advokat sekaligus pemerhati perkembangan politik dan demokrasi Indonesia. Dalam materi pemantik bertajuk “Meminimalisasi Potensi Perselisihan Hasil Pemilu dalam Perspektif Good Electoral Governance”, Anggi mengajak peserta melihat penyelenggaraan pemilu tidak semata dari aspek teknis, tetapi juga dari perspektif tata kelola pemerintahan dan penyelenggaraan pemilu yang baik.
Anggi menjelaskan bahwa KPU sebagai penyelenggara dan aktor utama dalam implementasi good electoral governance perlu memegang teguh prinsip transparansi, akuntabilitas, partisipasi publik, dan integritas. Menurutnya, penyelenggara pemilu juga perlu secara aktif mengidentifikasi dan mengkaji berbagai hal yang berpotensi menjadi persoalan atau sengketa di kemudian hari sebagai bagian dari upaya mitigasi.
> “Setiap potensi persoalan perlu diantisipasi sejak awal melalui proses yang transparan, akuntabel, partisipatif, dan berintegritas. Mitigasi menjadi penting agar setiap tahapan dapat dipertanggungjawabkan dan potensi perselisihan dapat diminimalisasi,” terang Anggi dalam sesi diskusi.
Pemahaman peserta mengenai Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) kemudian diperdalam melalui materi yang disampaikan Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Kabupaten Bogor, Adi Saputro. Peserta diberikan pemahaman mengenai implementasi teknis hasil mitigasi dalam menghadapi dan menyelesaikan perkara PHPU dengan mengambil pembelajaran dari penyelesaian kasus PHPU pada Pemilu 2024.
Materi tersebut sekaligus memperlihatkan kepada peserta bahwa mitigasi merupakan bagian penting dalam memastikan setiap tahapan pemilu berjalan sesuai ketentuan dan memiliki basis administrasi serta bukti yang dapat dipertanggungjawabkan ketika menghadapi potensi sengketa.
Sebagai bagian dari pemantapan sebelum mengakhiri rangkaian pembelajaran, Anggota KPU Provinsi Jawa Barat, Ummi Wahyuni, turut memberikan review terhadap materi-materi yang telah diterima peserta sejak pertemuan pertama hingga pertemuan keempat. Review tersebut menjadi sarana untuk mengingat kembali berbagai substansi yang telah dipelajari sekaligus memperkuat kesiapan peserta menghadapi tes akhir pada pertemuan kelima.
Suasana temu pamungkas semakin bermakna ketika perwakilan peserta, Alya Kinanti dan Muhamad Fadli, menyampaikan kesan dan refleksi selama mengikuti PRESTASI Angkatan I Tahun 2026. Keduanya menyampaikan bahwa PRESTASI telah memberikan banyak pengetahuan, pengalaman, dan perspektif baru mengenai demokrasi dan kepemiluan.
Pengalaman tersebut diharapkan menjadi bekal bagi peserta untuk tidak berhenti sebagai penerima pengetahuan, tetapi mampu mengambil peran sebagai agen perubahan dalam meningkatkan kualitas Pemilu dan demokrasi di Indonesia, khususnya di Kabupaten Bogor.
Apresiasi juga diberikan KPU Kabupaten Bogor kepada peserta yang dinilai memiliki capaian terbaik selama mengikuti seluruh rangkaian PRESTASI. Muhamad Aliyudin ditetapkan sebagai Peserta Terbaik I, disusul Risman Ibnu Rahmadi sebagai Peserta Terbaik II, dan Alya Kinanti sebagai Peserta Terbaik III. Ketiganya menerima piagam penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi, prestasi, dan kontribusi selama mengikuti program.
Rangkaian PRESTASI Angkatan I Tahun 2026 kemudian secara resmi ditutup oleh Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Partisipasi Masyarakat KPU Provinsi Jawa Barat, Hedi Ardia.
Dalam pesan penutupnya, Hedi mendorong para peserta, yang mayoritas merupakan pemilih muda, untuk tidak bersikap pasif terhadap perkembangan demokrasi. Pemilih muda diharapkan mengambil peran aktif dan positif dalam menjaga sekaligus memajukan demokrasi bangsa.
Penutupan PRESTASI Angkatan I Tahun 2026 menjadi akhir dari rangkaian pembelajaran selama lima pertemuan, namun sekaligus menjadi awal bagi para peserta untuk membawa pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh ke tengah masyarakat. Dari ruang pembelajaran, peserta diharapkan tumbuh menjadi pemilih yang cerdas, kritis, berintegritas, dan partisipatif, serta mampu menjadi bagian dari generasi yang turut mengawal terwujudnya Pemilu yang semakin berkualitas dan demokrasi yang semakin matang di Kabupaten Bogor. (***)
