INTELMEDIA Jumlah kunjungan wisatawan ke Kabupaten Bogor pada tahun 2025 mencapai lebih dari 15 juta orang.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, angka tersebut menjadi yang tertinggi di Provinsi Jawa Barat.
Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Bogor, Ferry Roveo Checanova, membenarkan tingginya angka kunjungan tersebut. Namun, ia menilai pendapatan daerah dari sektor pariwisata masih belum sebanding dengan jumlah wisatawan yang datang.
“Tingkat kunjungan wisatawan ke Kabupaten Bogor memang besar angkanya, tapi kalau dari pendapatan (pajak) memang kecil,” kata Ferry kepada wartawan, Senin (20/4/2026).
Menurut Ferry, salah satu faktor yang dapat menurunkan pendapatan sektor wisata adalah praktik pungutan liar (pungli) di lokasi wisata. Ia menilai keberadaan pungli bisa membuat wisatawan enggan datang kembali ke Kabupaten Bogor.
“Sekarang bagaimana wisatawan mau datang ke Kabupaten Bogor untuk berwisata kalau di tempat wisata ada pungli. Saya berharap masyarakat bisa menghilangkan kebiasaan tersebut,” ujar politisi Partai Persatuan Pembangunan itu.
Ia meminta praktik pungli di kawasan wisata segera dihilangkan agar roda perekonomian masyarakat tetap berjalan dan sektor pariwisata semakin berkembang.
“Punglinya hilangkan supaya roda perekonomian masyarakat juga berjalan. Jangan mengharapkan keuntungan sesaat dengan cara seperti itu. Jangan pula membuat wisatawan tidak betah, bikinlah wisatawan itu nyaman ketika berkunjung ke Kabupaten Bogor,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Bogor, Ria Marlisa, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil dari berbagai upaya pengembangan destinasi wisata serta penguatan sektor ekonomi kreatif sesuai arahan Bupati Bogor, Rudy Susmanto.
“Pada tahun 2025 target kunjungan wisatawan kami sebesar 15 juta. Alhamdulillah capaian tersebut berhasil terlampaui dengan jumlah kunjungan lebih dari 15,7 juta wisatawan,” ujarnya. (Pakar)
