Terduga pelaku yang diamankan petugas.
INTELMEDIA – Gebrakan dilakukan Kombes Pol Bismo Teguh Prakoso. Baru beberapa hari menjabat sebagai Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, mantan Kapolres Kota Bogor ini langsung menunjukkan langkah penindakan melalui operasi gabungan pemberantasan narkotika di kawasan Kampung Ambon, Cengkareng, dan Kampung Boncos, Palmerah, Jakarta Barat.
Langkah tersebut mendapat apresiasi dari Ketua Komunitas Pemuda Peduli (KPP) Bogor Raya, Beni Sitepu. Ia menilai operasi berskala besar yang melibatkan sekitar 700 personel gabungan dari unsur Polri dan TNI merupakan bentuk keseriusan aparat dalam menghadapi ancaman peredaran narkotika.
Berdasarkan informasi yang disampaikan pihak kepolisian, sebanyak 24 orang diamankan dalam operasi tersebut. Rinciannya, 16 orang di Kampung Ambon dan delapan orang di Kampung Boncos.
“Kami dari KPP Bogor Raya menyampaikan apresiasi kepada Kombes Pol Bismo Teguh Prakoso beserta seluruh jajaran. Langkah penindakan ini patut mendapat dukungan karena pemberantasan narkotika merupakan bagian penting dari upaya melindungi masyarakat dan menyelamatkan generasi muda Indonesia,” ujar Beni Sitepu melalui rilis yang diterima media online ini.

Menurut Beni, keterlibatan ratusan personel gabungan dalam operasi tersebut menunjukkan pentingnya koordinasi antarlembaga dalam menghadapi persoalan narkotika yang kompleks.
Ia berharap langkah penindakan yang dilakukan jajaran Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya dapat menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk mempersempit ruang gerak jaringan peredaran narkotika.
“Ketika aparat bergerak secara terkoordinasi dan melakukan penegakan hukum berdasarkan bukti, masyarakat tentu berharap upaya pemberantasan narkoba semakin efektif. Kami mengapresiasi langkah ini dan berharap konsistensi penindakan terus dijaga,” tegasnya.
Meski memberikan pujian, Beni menegaskan bahwa operasi tersebut perlu ditindaklanjuti dengan pengembangan penyidikan untuk mengungkap jaringan yang lebih luas.
Menurutnya, penanganan perkara harus diarahkan pada pengungkapan pemasok, bandar, pengendali, jalur distribusi, serta aliran dana yang berkaitan dengan tindak pidana apabila ditemukan bukti yang cukup.
“Apresiasi kami bukan sekadar karena banyaknya personel yang dikerahkan atau jumlah orang yang diamankan. Harapan kami, operasi ini menjadi pintu masuk untuk membongkar jaringan secara menyeluruh. Siapa pun yang terbukti terlibat harus diproses sesuai hukum, tanpa pandang bulu,” katanya.

Beni juga mendorong penguatan koordinasi dengan Bareskrim Polri dan jajaran terkait apabila pengembangan perkara menunjukkan adanya jaringan lintas wilayah.
KPP Bogor Raya menilai pemberantasan narkotika membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat. Selain penegakan hukum, pencegahan melalui edukasi, penguatan keluarga, kegiatan positif bagi pemuda, serta rehabilitasi sesuai ketentuan yang berlaku harus terus diperkuat.
Beni menegaskan bahwa narkotika bukan sekadar persoalan kriminalitas, melainkan ancaman terhadap kesehatan masyarakat, ketahanan keluarga, dan masa depan generasi penerus bangsa.
“Kami memberikan apresiasi kepada Kombes Pol Bismo Teguh Prakoso dan seluruh personel yang bertugas. Teruskan langkah penegakan hukum secara profesional, konsisten, dan berkeadilan. Jangan beri ruang bagi jaringan peredaran narkotika. Selamatkan generasi muda, lindungi masyarakat, dan putus mata rantai narkoba hingga ke akarnya!” tutup Beni Sitepu. (* Dodo)
