INTELMEDIA – Rencana pembangunan kereta gantung di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, mendapat dukungan dari DPRD Kabupaten Bogor dengan skema investasi agar tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Bogor, Agus Salim, mengatakan rencana pengembangan transportasi di kawasan Puncak sejalan dengan target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bogor, khususnya dalam menyelesaikan persoalan kemacetan sekaligus meningkatkan potensi pariwisata.
“Kalau memang ada berbagai terobosan, uji kelayakan, ide-ide dari anak bangsa yang bagus, kami sangat open sekali,” katanya pada Selasa, (25/8/2026).
Menurutnya, DPRD sebagai mitra pemerintah daerah siap mendukung rencana tersebut selama seluruh aspek pembangunan dikaji secara matang.
Salah satu hal yang perlu diperhatikan, kata Agus, adalah skema pembiayaan. Ia menilai keterlibatan investor dari luar daerah dapat menjadi pilihan agar pembangunan kereta gantung tidak mengurangi ruang fiskal Pemkab Bogor.
“Bisa jadi kemudian investor dari luar tanpa menggunakan APBD. Bisa macam-macam itu, berbagai skema itu. Biar dikaji. Kita siap support karena itu bagian dari target RPJMD,” ujarnya.
Politisi dari partai PKS tersebut juga menilai skema investasi penuh dari pihak swasta akan menjadi pilihan menarik apabila proyek tersebut memberikan keuntungan bagi daerah.
Menurutnya, jika pembangunan dapat dilakukan tanpa membebani APBD, pemerintah daerah dapat lebih leluasa mengalokasikan anggaran untuk kebutuhan pembangunan lainnya. “Kalau ada investor dan itu menguntungkan, kenapa tidak. Enggak ngerepotin APBD kita,” tegasnya.
Selain persoalan pembiayaan, Agus menilai kereta gantung harus mampu memberikan manfaat ekonomi bagi Kabupaten Bogor. Pembangunan moda transportasi tersebut diharapkan tidak hanya menjadi solusi kemacetan, tetapi juga meningkatkan potensi pariwisata dan pada akhirnya memberikan tambahan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Ia menilai penyelesaian persoalan Puncak tidak bisa hanya berorientasi pada kelancaran lalu lintas. Potensi kawasan tersebut sebagai destinasi wisata juga harus dikembangkan secara bersamaan.
“Target RPJMD pemerintah Kabupaten Bogor adalah menyelesaikan permasalahan Puncak, macetnya. Di saat yang sama meningkatkan potensi wisatanya dan untuk menjadi pemasukan bagi Kabupaten Bogor,” jelasnya.
Kendati mendukung, Agus menegaskan DPRD masih menunggu hasil kajian dan uji kelayakan sebelum memberikan dukungan lebih jauh terhadap realisasi proyek tersebut.
Menurutnya, berbagai skema pembangunan perlu dikaji untuk menentukan model yang paling tepat, baik dari sisi pembiayaan maupun manfaat bagi daerah. “Biar dikaji. Kita siap support karena itu bagian dari target RPJMD,” pungkasnya. (**mp)
