Kegiatan perayaan hari lingkkungan hidup dan hari lahir Bung Karno gelaran PAC Bogor Tengah (foto : Herdy/ Koko)
INTELMEDIA – Rayakan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh pada 5 Juni dan Hari Lahir Presiden RI ke-I, Soekarno pada 6 Juni, Pengurus Anak Cabang (PAC) Bogor Tengah PDI Perjuangan Kota Bogor yang dikomandani Andri Amarald dan sekretaris Dayat Iskandar Syah, menggelar rangkaian kegiatan.
Acara tersebut diawali dengan bersih-bersih anak sungai yang berlokasi di Kali Cidepit, Kelurahan Kebon Kelapa, berlanjut penanaman bibit pohon di bibir kali, dan ditutup dengan pemberian santunan kepada 10 anak yatim warga setempat, Sabtu (6/6/2026).
Selain para pengurus jajaran PAC Bogor Tengah dan ranting, juga Ketua PAC Bogor Timur, Rahmat Heryana, hadir pada kegiatan tersebut para pengurus DPC PDI Perjuangan Kota Bogor yakni Ketua dan Sekretaris, Dadang Iskandar Danubrata, dan Laniasari. Kemudian para wakil DPC, Yanti Susanti, Dewi Rahmawati, Rita Marcia, Ermy Ruri, Herdyansah, Irvan Noor, Vayireh Sitohang, Bayu Bagaskara, hingga Eko Okta.
“Aksi bersih kali ini merupakan sebuah inisiatif lingkungan memperingat hari lingkungan, bersamaan juga selag seharinya, hari lahir Bung Karno. Bersih kali ini bertujutan untuk membersihkan sungai dari sampah dan polutan lainnya,” kata Ketua PAC Bogteng, Andri Amarald di sela kegiatan.
Kegiatan ini, sambung Andri, juga melibatkan partisipasi dari warga.
“Tujuan utama dari aksi ini adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan sungai sebagai sumber daya alam yang vital,” tutur Andri yang ikut berbasah ria bersama jajaran PAC Bogteng serta Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bogor Dadang Iskandar Danubrata memungut sampah di aliran kali.
Sebagai informasi, Kali Cidepit merupakan saluran air atau sodetan bersejarah yang disebut-sebut dibangun pada era Kerajaan Pajajaran dan kemudian dimodernisasi oleh pemerintah kolonial Belanda. Saluran ini berfungsi sebagai irigasi dan pengendali air yang menghubungkan aliran Sungai Ciliwung dengan Sungai Cisadane.
“Kali Cidepit ini juga merupakan kanal era pendudukan Belanda. Saluran air ini sempat direkayasa dan dimodernisasi oleh Belanda untuk mengairi lahan pertanian dan menggerakkan fasilitas vital tempo dulu,” imbuhnya.
Sementara, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bogor, Dadang Iskandar Danubrata di sela penananaman bibit duren menaympaikan, hari lingkungan hidup merupakan momentum merefleksikan hubungan antara pembangunan, kesejahteraan, dan kelestarian alam.
“PDI Perjuangan tak pernah menjaga lingkungan, sebagaimana amanat Ibu Megawati, harus pro aktif merawat pertiwi. Melalui tanam bibit pohon ini, diharapkan bisa diestafetkan kepada generasi mendatang, untuk selalu menjaga alam,” ujarnya.
Dia melanjutkan, bersamaan dengan hari lahir Bung Karno, disebutkan pemikiran Presiden pertama RI Soekarno masih relevan menjawab berbagai tantangan yang dihadapi Indonesia.
“Bung Karno adalah penggali Marhaenisme. Dan, Marhaenisme, lahir dari keberpihakan Bung Karno terhadap rakyat kecil yang terjebak dalam kemiskinan struktural. PDI Perjuangan sendiri merupakan partai wong cilik. Partai orang marhaen. Yang selalu hadir di derita rakyat,” tuntasnya. (Nesto)
