INTELMEDIA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menggelar Forum Perempuan, Anak dan Disabilitas tahun 2026, di Ruang Rapat Serbaguna I, Setda, Cibinong, Rabu (4/3). Kegiatan tersebut menjadi wujud komitmen pemerintah untuk memastikan perempuan, anak, dan penyandang disabilitas memperoleh partisipasi ruang yang setara dan berkeadilan.
Mewakili Bupati Bogor, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Aspemkesra), Zaenal Ashari menyampaikan Arahan Bupati Bogor yang menekankan bahwa forum tersebut merupakan bagian penting dari proses perencanaan pembangunan daerah.
“Forum ini merupakan bagian penting dari proses perencanaan pembangunan daerah, sebagai bentuk komitmen kita untuk memastikan bahwa perempuan, anak, dan penyandang disabilitas memperoleh partisipasi ruang yang setara dan berkeadilan,” ujarnya.
Zaenal menyampaikan, dalam praktik pembangunan, kepentingan dan kebutuhan perempuan, anak, serta penyandang disabilitas masih kerap terabaikan. Padahal, kelompok tersebut bukan hanya objek pembangunan, melainkan subjek yang memiliki perspektif, pengalaman, dan kontribusi penting bagi kemajuan daerah.
“Oleh karena itu, Bapak Bupati menekankan bahwa Forum Perempuan, Anak dan Disabilitas harus menjadi ruang untuk menyelaraskan kebutuhan, aspirasi, dan program pembangunan yang responsif gender, ramah anak, serta mengedepankan inklusivitas,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa isu-isu strategi terkait pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, serta mencakup hak penyandang disabilitas harus menjadi bagian dari prioritas pembangunan daerah dan diintegrasikan secara substantif ke dalam dokumen RKPD Kabupaten Bogor Tahun 2027.
“Seluruh perangkat daerah untuk tidak hanya hadir secara administratif, tetapi benar-benar memahami dan mematuhi setiap usulan yang disampaikan dalam forum tersebut,” jelasnya.
Ia menambahkan, organisasi perempuan, Forum Anak, kelompok disabilitas, serta kalangan akademisi juga diharapkan dapat menyampaikan aspirasi secara terbuka, konstruktif, dan berbasis kebutuhan nyata di lapangan. Sehingga forum ini tidak hanya menghasilkan daftar usulan, tetapi menjadi landasan bagi kebijakan yang lebih sensitif gender, ramah anak, dan inklusif.
“Demi mewujudkan pembangunan di Kabupaten Bogor yang lebih adil dan berkelanjutan bagi seluruh warga negara tanpa kecuali,” tegasnya.
Zaenal juga menyampaikan amanat Bupati Bogor, yang mengapresiasi dan berterima kasih kepada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, seluruh perangkat daerah terkait, pengajar, organisasi perempuan, Forum Anak, kelompok penyandang disabilitas, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan kegiatan maupun dalam mendukung program strategi pembangunan daerah.
(Diskominfo Kabupaten Bogor)
