INTELMEDIA – Banyak warga Kota Bogor yang bertanya-tanya dan merasa rindu dengan sosok mantan Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Diah Pitaloka, S.Sos, M.Si. Pasca gelaran pemilu legislatif 2024 lalu, nama Diah Pitaloka seolah menghilang tanpa kabar.
Publik kota hujan pun merasa kehilangan eks Wakil Rakyat Senayan yang selama ini dirasa dekat dengan banyak kalangan. Merasa perlu menjawab pertanyaan banyak kalangan, Aartreya berkesempatan bertemu dengan Diah Pitaloka sebelum bertolak ke Amerika dan Jepang selama 40 hari ke depan.
Selama ini, Diah disibukan mengurus yayasan sosial dan lembaga think tank (wadah pemikir) atau organisasi independen atau lembaga penelitian yang melakukan analisis kebijakan, riset sosial-ekonomi yang berjejaring dengan beberapa negara. Diah menitikberatkan pada bidang kajian pemberdayaan perempuan.
Di kediaman Diah, terdapat beragam ribuan buku, mulai buku lama hingga terbaru tersusun rapi di beberapa rak yang tersedia, untuk melengkapi kebutuhan hobi membacanya. Sekilas terlihat, buku-buku tersebut didominasi dengan buku bernuansa sejarah, politik, hingga ilmu pengetahuan berbahasa Inggris. Di sudut ruangan terdapat beberapa foto Presiden ke-I RI, Soekarno.
Saat bincang santai dengan media online ini, Diah menyampaikan isu kekinian mengemuka yang perlu dicampurtangani kaum muda yakni alam atau lingkungan hidup.
“Tugas kaum muda, bagaimana berakar pada masa depan. Artinya, memikirkan melakukan untuk masa depan,” kata politisi wanita yang menyelesaikan S1 di Universitas Padjajaran dan S2 di Universitas Parahiyangan, Selasa (27/10/2028).
Beragam peristiwa yang terjadi, menurutnya menjadi pelajaran pentingnya menjaga dan merawat alam.
“Kita, khususnya kaum muda, perlu membangun kebaikan hal-hal positif untuk berkontribusi terhadap masa depan misalnya perbaikan alam. Misalnya menjadi contoh yang baik bagi anak, misalnya mengajarkan nilai-nilai positif kepada generasi muda, misalnya menunjukkan tepat waktu hingga terus bersemangat dalam melakukan kerja-kerja positif,” tukas Diah.
Ia menyampaikan perumpamaan terkait merawat alam.
“Menyumbangkan sesuatu untuk masa depan. Contohnya, menanam bibit pohon. Itu kan memberikan sesuatu untuk masa depan. Ya kan. Jadi pikirkan the best we can do, untuk kontribusi terbaik kita kepada future. Kepada masa depan,” tuntas Diah sembari mengucapkan selamat memperingati Sumpah Pemuda kepada kaum muda dimanapun berada. (Nesto)
