Sekretaris dan Ketua Kesatuan Buruh Marhaenis (KBM) Kota Bogor, Indra M Sanjoy dan Yustinus Timor
INTELMEDIA – Kesatuan Buruh Marhaenis (KBM) Kota Bogor resmi terbentuk dinahkodai Yustinus Timor selaku ketua, dan Indra M Sanjoy serta Rika Handayani sebagai sekretaris dan bendahara.
Kepada media online ini, Sekretaris KBM Indra M Sanjoy menyampaikan, siap bertugas sebagai sarana untuk melindungi, membela hak, serta meningkatkan kesejahteraan pekerja dan keluarganya
KBM yang diketuai Yustinus Timor secara resmi menerima mandat untuk memimpin Dewan Pimpinan Cabang KBM Kota Bogor setelah diterbitkannya Surat Keputusan (SK) Nomor: 096/SK/Presidium KBM/IX/2026.
Penyerahan mandat dan penetapan SK tersebut menjadi momentum penting bagi konsolidasi organisasi buruh di Kota Bogor sebagai organisasi pergerakan buruh yang berlandaskan semangat Marhaenisme.
“KBM berkomitmen untuk terus konsisten memperjuangkan hak-hak kesejahteraan, keadilan sosial, dan perlindungan hukum bagi kaum buruh dan pekerja di seluruh wilayah Kota Bogor,” kata Sanjoy pada Kamis (17/9/2026).
Ia juga menyampikan, usai menerima SK mandat tersebut, Ketua KBM Kota Bogor Yustinus Timor menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh Presidium KBM. Ia menegaskan kesiapannya untuk membawa KBM Kota Bogor menjadi wadah perjuangan buruh yang solid, responsif, dan solutif.
“Terima kasih atas amanah dan kepercayaan yang diberikan oleh Presidium KBM melalui SK Nomor: 096/SK/Presidium KBM/IX/2026 ini. Ini merupakan awal memperkuat konsolidasi internal serta membangun sinergi yang strategis dengan berbagai pihak, baik pemerintah daerah, instansi terkait, maupun serikat pekerja lainnya,” ujar Sanjoy menyampaikan pesan ketuanya, Yustinus Timor.
Masih menurut Sanjoy, KBM awalnya bernama Konsentrasi Buruh Kerakyatan Indonesia (KBKI) yang merupakan federasi buruh berhaluan nasionalis yang dibentuk pada tahun 1952 dan berafiliasi dengan Partai Nasional Indonesia (PNI).
“Awal pendirian tahun 1952 sebagai Konsentrasi Buruh Kerakyatan Indonesia (KBKI) untuk mewadahi kaum buruh berdasarkan asas Marhaenisme ajaran Bung Karno,” tukasnya.
Selanjutnya, pergantian nama pada tahun 1954 berganti nama menjadi Kesatuan Buruh Kerakyatan Indonesia.
“Lalu pada tahun 1963 diubah lagi menjadi DPP KBM (Kesatuan Buruh Marhaenis) dalam Kongres PNI di Purwokerto. Aksi Pergerakan: Pada era 1950-an, organisasi ini menjadi salah satu pelopor aksi pergerakan buruh nasionalis di Indonesia,” tuntas Sanjoy bertutur tentang sejarah organisasi KBM. (Nesto)
