INTELMEDIA – Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara, baru saja menyelesaikan kursus Pemantapan Pimpinan Daerah atau retreat khusus di Akademi Militer (Akmil) Tidar, Magelang.
Kembalinya Sastra dari ‘Lembah Tidar’ bukan sekadar pulang membawa kenangan, melainkan membawa visi kepemimpinan yang lebih adaptif, kolaboratif, dan berintegritas untuk membangun Bumi Tegar Beriman.
Menurut Sastra, agenda retreat tersebut merupakan momentum krusial bagi para pemimpin daerah. Di sana, mereka tidak hanya dilatih secara fisik dan mental, tetapi juga didorong untuk memperkuat sinergi lintas wilayah demi menghadapi tantangan pembangunan yang semakin pelik.
”Retreat ini bukan sekadar kegiatan formal, tetapi menjadi ruang refleksi bagi kami untuk memperkuat komitmen dalam menjalankan amanah,” ujar Sastra Winara dengan optimis, Selasa (21/4/2026).
Fokus utama pelayanan publik
Ada tiga poin utama yang menjadi oleh-oleh strategis Sastra Winara untuk masyarakat Kabupaten Bogor.
Pertama, kebijakan responsif yang merumuskan aturan yang benar-benar menjawab keluhan dan kebutuhan warga di lapangan.
Kedua, tata kelola efisien yang memangkas birokrasi berbelit melalui kolaborasi antar pemangku kepentingan.
Ketiga, akselerasi pembangunan untuk memastikan proyek strategis berjalan tepat waktu demi meningkatkan daya saing daerah.
Sastra menegaskan bahwa setiap langkah yang diambil DPRD ke depannya akan lebih menekankan pada keberpihakan kepada masyarakat.
Ia berharap semangat kedisiplinan dan integritas yang didapat dari Akmil Magelang dapat menular ke seluruh jajaran pemerintahan di Kabupaten Bogor.
”Kami ingin memastikan setiap kebijakan yang diambil benar-benar berpihak pada masyarakat. Fokus kami adalah pelayanan publik yang lebih baik agar Kabupaten Bogor semakin sejahtera,” pungkasnya. (WartaKotaLive)
Ketua DPRD Bogor Fokus Tingkatkan Pelayanan Publik Usai Retreat di Akmil Magelang
INTELMEDIA – Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara, baru saja menyelesaikan kursus Pemantapan Pimpinan Daerah atau retreat khusus di Akademi Militer (Akmil) Tidar, Magelang.
Kembalinya Sastra dari ‘Lembah Tidar’ bukan sekadar pulang membawa kenangan, melainkan membawa visi kepemimpinan yang lebih adaptif, kolaboratif, dan berintegritas untuk membangun Bumi Tegar Beriman.
Menurut Sastra, agenda retreat tersebut merupakan momentum krusial bagi para pemimpin daerah. Di sana, mereka tidak hanya dilatih secara fisik dan mental, tetapi juga didorong untuk memperkuat sinergi lintas wilayah demi menghadapi tantangan pembangunan yang semakin pelik.
”Retreat ini bukan sekadar kegiatan formal, tetapi menjadi ruang refleksi bagi kami untuk memperkuat komitmen dalam menjalankan amanah,” ujar Sastra Winara dengan optimis, Selasa (21/4/2026).
Fokus utama pelayanan publik
Ada tiga poin utama yang menjadi oleh-oleh strategis Sastra Winara untuk masyarakat Kabupaten Bogor.
Pertama, kebijakan responsif yang merumuskan aturan yang benar-benar menjawab keluhan dan kebutuhan warga di lapangan.
Kedua, tata kelola efisien yang memangkas birokrasi berbelit melalui kolaborasi antar pemangku kepentingan.
Ketiga, akselerasi pembangunan untuk memastikan proyek strategis berjalan tepat waktu demi meningkatkan daya saing daerah.
Sastra menegaskan bahwa setiap langkah yang diambil DPRD ke depannya akan lebih menekankan pada keberpihakan kepada masyarakat.
Ia berharap semangat kedisiplinan dan integritas yang didapat dari Akmil Magelang dapat menular ke seluruh jajaran pemerintahan di Kabupaten Bogor.
”Kami ingin memastikan setiap kebijakan yang diambil benar-benar berpihak pada masyarakat. Fokus kami adalah pelayanan publik yang lebih baik agar Kabupaten Bogor semakin sejahtera,” pungkasnya. (WartaKotaLive)
