INTELMEDIA – Komisi I DPRD Kabupaten Bogor melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi PT Aspex Kumbong di Desa Dayeuh, Kecamatan Cileungsi, Senin (26/1/2026).
Langkah ini diambil menyusul adanya isu pembuangan sampah dari Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan yang sempat mencuat pada pekan lalu.
Wakil Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bogor, Achmad Yaudin Sogir, menilai persoalan yang terjadi merupakan imbas dari miskomunikasi antara pihak perusahaan dengan pemerintah desa setempat.
”Kami melihat ada hambatan komunikasi antara manajemen PT Aspex Kumbong dengan pemerintah desa. Ke depan, kami merekomendasikan agar perusahaan lebih aktif bersinergi dan berkolaborasi dengan jajaran desa di sekitarnya,” ujar Sogir kepada PAKAR, Rabu (28/1/2026).
Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut menyoroti kurangnya koordinasi antara perusahaan produksi kertas itu dengan dua wilayah terdampak, yakni Desa Dayeuh dan Desa Wanaherang. Menurutnya, transparansi dalam penyaluran Corporate Social Responsibility (CSR) sangat diperlukan.
”Koordinasi dalam penyaluran CSR harus melibatkan pemerintah desa, kecamatan, pengurus RT/RW, hingga tokoh masyarakat. Hal ini penting untuk memastikan bantuan tepat sasaran bagi warga yang terdampak langsung,” jelasnya.
Sogir menekankan, bahwa asas prioritas harus dikedepankan, di mana wilayah terdekat wajib merasakan manfaat perusahaan sebelum bantuan dialokasikan ke wilayah yang lebih jauh.
Meski mengkritik aspek komunikasi, ia memuji standar operasional prosedur (SOP) perusahaan dalam mengolah limbah.
”Secara teknis, penanganan sampah di lokasi sudah sangat baik dan higienis. Tidak ada aroma bau yang mengganggu karena SOP-nya sudah berjalan bagus,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor sejatinya mengapresiasi inovasi perusahaan kertas tersebut dalam hal tata kelola limbah.
”Kita patut memberikan apresiasi kepada pabrik kertas ini karena telah mampu mengolah sampah menjadi produk bernilai ekonomis. Langkah ini sangat membantu pemerintah dalam menangani permasalahan sampah secara berkelanjutan,” pungkasnya. (Pakar)
