H Dadang Iskandar Danubrata, SE, MM
PEMUDA di banyak negara mengemban peran vital sebagai agen perubahan dalam membangun kebangsaan. Kaum muda juga merupakan pilar utama pembawa semangat, inovasi dan visi baru kemajuan bangsa. Pada era kekinian, pemuda perlu memahami tanggung jawab mereka untuk terlibat aktif dalam pembangunan negara.
Di tangan kaum muda, ada kekuatan untuk menggerakkan perubahan sosial. Juga, memimpin gerakan yang mendorong perubahan positif dalam masyarakat terhadap isu-isu seperti pendidikan, lingkungan, dan ketidakadilan sosial.
Selain itu, pemilik akses besar terhadap teknologi dan informasi juga ada di tangan pemuda. Mereka memiliki penguasaan teknologi, menciptakan solusi inovatif untuk menanggulangi masalah-masalah modern. Keterampilan digital pemuda menjadi modal berharga dalam era revolusi industri 4.0, di mana transformasi digital menjadi kunci pembangunan ekonomi dan sosial.
Dunia internasional pun memuliakan kaum muda. Hal itu ditandai dengan ditetapkannya tiap tanggal 12 Agustus sebagai Hari Pemuda Internasional. Peringatan ini bertujuan merayakan potensi kaum muda.
Melansir dari situs resmi PBB, Hari Pemuda Internasional ditetapkan melalui Majelis Umum PBB pada tahun 1999 dan diperingati secara resmi pertama kali pada tahun 2000. Peringatan ini pertama kali diusulkan oleh Konferensi Dunia Menteri-Menteri yang Bertanggung Jawab atas Kepemudaan pada tahun 1998 yang diselenggarakan di Lisbon, Portugal.
Ide awal dari peringatan ini muncul pada tahun 1991 oleh para pemuda yang berkumpul di Wina, Austria. Mereka berkumpul dalam sesi pertama Forum Pemuda Dunia yang diselenggarakan oleh PBB.
Forum tersebut kemudian merekomendasikan agar Hari Pemuda Internasional segera dideklarasikan. Tujuan utama saat itu adalah untuk penggalangan dana dan promosi, guna mendukung Dana Pemuda PBB dalam kemitraan dengan organisasi-organisasi pemuda.
Pada tahun 2025, tema Hari Pemuda Internasional ditetapkan oleh PBB adalah “Local Youth Actions for the SDGs and Beyond”. Tema ini menekankan bahwa kaum muda bukan sekadar penerima manfaat pembangunan, tetapi juga merupakan agen aktif perubahan, inovasi, dan kepemimpinan.
Mengutip Benjamine Fine dalam bukunya 1.000.000 Deliquents, mengatakan “a generation who will one day become our national leader”. Golongan muda disebut sebagai pilar penting bagi bangsa ini. Tentunya, pilar tersebut akan kokoh jika sejak dini dibangun pondasi pembimbingan, pengaderan pemuda-pemuda Indonesia untuk dipersiapkan sebagai penerus bangsa.
Dan, pemuda di Indonesia harus mencintai bangsanya sendiri. Lebih bangga dengan negara lain melebihi kebanggaan terhadap negerinya. Harapannya, melalui rasa cinta itu jangan sampai pemuda-pemuda Indonesia terjerumus pada penjajahan melalui teknologi yang akhirnya menjadi lubang jebakan bagi bangsa.
Proklamator RI, Soekarno menurut catatan sejarah juga memberikan perhatian lebih pada kaum muda. Peran Presiden Indonesia pertama, Ir Soekarno dalam pelaksanaan Kongres Pemuda II tanggal 27-28 Oktober 1928 melahirkan Sumpah Pemuda. Melansir keterangan tokoh sejara Indonesia, Anhar Gonggong adalah kesaksian Maskoen, tokoh pemuda angkatan 1928 yang sempat memimpin PNI dan ikut ditangkap dan dipenjara bersama Bung Karno di Sukamiskin, Bandung.
Kepada Anhar Gonggong, Maskoen menuturkan bahwa pelaksanaan Kongres Pemuda II merupakan gagasan Bung Karno. Permintaan dilaksanakannya Kongres Pemuda II disampaikan Bung Karno setelah dirinya mendirikan Pemufakatan Perhimpunan Politik Kebangsaan Indonesia (PPPKI).
Sebagaimana dijelaskan Maskoen kepada Anhar Gonggong, tujuan Bung Karno mendirikan PPPKI adalah untuk menjadi wadah tunggal seluruh kekuatan politik di tanah air, termasuk pemuda.
Kongres perdana PPPKI sendiri digelar pada 30 Agustus hingga 2 September 1928, sekitar satu bulan sebelum diselenggarakannya Kongres Pemuda II di Bandung, Jawa Barat. Maskoen mengungkapkan impian Bung Karno untuk membangun kekuatan pemuda lewat persatuan di kalangan pemimpin muda pergerakan. Bagi Bung Karno, kekuatan persatuan pemuda sangatlah penting untuk pencapaian kemerdekaan dan masa depan bangsa Indonesia.
Bung Karno sendiri menganggap Sumpah Pemuda 1928 bermakna revolusioner: satu negara kesatuan dari Sabang sampai Merauke, masyarakat adil dan makmur, dan persahabatan antarbangsa yang abadi (Soekarno dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-35 di Istana Olahraga Senayan, Jakarta, 28 Oktober 1963 ).
Dan, Bung Karno mengapresiasi Kongres tersebut, seperti dalam pengakuannya “pada tanggal 28 Oktober tak ketinggalan Bung Karno mendukung Sumpah Khidmat; Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa. di tahun itu untuk pertama kalinya kami menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Dan di tahun itu pulalah aku di kecam di depan sidang Dewan Rakyat, (Sukarno An Autobiography As Told To Cindi Adams, 2007:104).
Seperti yang pernah disampaikan Bung Karno, Negeri ini, Republik Indonesia, bukanlah milik suatu golongan, bukan milik suatu agama, bukan milik suatu kelompok etnis, bukan juga milik suatu adat-istiadat tertentu, tapi milik kita semua dari Sabang sampai Merauke.
Soekarno juga mengatakan, ‘seribu orang tua bisa bermimpi, satu orang pemuda bisa mengubah dunia. Dan, Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia’.
Jika direnungkan dan merefleksikan pidato Bung Karno, pemuda Indonesia harus bisa membawa bangsa ini menjadi bangsa yang maju dan diperhitungkan di kancah dunia. Bung Karno mendaskan, tidak memerlukan jutaan pemuda untuk bisa mengguncang dunia. Bung Karno juga tidak perlu menunggu bonus demografi untuk bisa memberikan kehormatan yang layak bagi bangsa dan negaranya. Bung Karno hanya membutuhkan pemuda-pemudi unggul yang memiliki kualitas dan visi yang besar dalam menatap dunia
Selamat Hari Sumpah Pemuda. Jadilah pemuda ber karakter yang kuat. Pemuda harus jadi agen perubahan karena memiliki energi, inovasi, dan adaptabilitas untuk mendorong kemajuan masyarakat. Banngkitlah kaum muda dalam pembangunan bangsa, baik melalui ide-ide baru dan solusi kreatif maupun dengan menjaga nilai-nilai luhur dan persatuan. (*)
Penulis : Wakil Ketua DPRD Kota Bogor/ Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bogor, H Dadang Iskandar Danubrata, SE
