Aartreya – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bogor yang dinahkodai Ketua Doni Maradona Hutabarat dengan Sekretaris dan Bendahara, Haryanto dan Muad Khalim selama Bulan Ramadhan ini tak hanya menggelar berbagi takjil setiap hari di depan kantornya di Jalan Tegar Beriman, Cibinong. Namun, juga menggelar roadshow konsolidasi politik sekaligus ditutup buka bersama keliling yang dihadiri jajaran pengurus DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bogor.
Hari ini, Rabu (11/3/2026), kegiatan berawal di Kecamatan Pamijahan, berlanjut di Tenjolaya, dan berakhir dengan buka puasa bersama di Ciawi. Kegiatan ini dihadiri jajaran pengurus DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bogor yakni Anengsih, Eka Hari Jayanti, Rosenfield Panjaitan dan Andriyansah. Selain itu, juga hadir anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kabupaten Bogor, yang juga Wasekjen DPP PDI Perjuangan, Adian Yunus Yusak Napitupulu.
Bertempat di rumah warga di Ciawi, sekitar pukul 16.30 WIB, ratusan pengurus, kader dan simpatisan warga sudah memadati di lokasi kegiatan. Khas PDI Perjuangan, tidak ada jarak saat Adian Napitupulu dan Doni Maradona Hutabarat berbaur bersama warga.
Anggota DPR RI asal Dapil Kabupaten Bogor ini tampil dengan ciri kesederhanaannya yang melekat, mengenakan kaos hitam, dan celana jeans. Sementara, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bogor, Doni Maradona, juga tampil serupa, mengenakan kaos putih, dibalut jaket warna merah serta menggunakan topi merah.
Disampaikan Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bogor, Andriyansah kepada Aartreya, dalam acara ini, disampaikan terkait penguatan organisasi agar pengurus bisa turun ke masyarakat dalam kegiatan membantu meringankan beban rakyat.
“Ada program PIP (Program Indonesia Pintar) juga Program BSPS (Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya) untuk rakyat yang sedang didata para pengurus dan akan diberikan kepada rakyat,” kata Andriyansah.

Diinformasikannya, beasiswa PIP adalah bantuan biaya pendidikan dari pemerintah untuk siswa dari keluarga kurang mampu atau rentan miskin. Bantuan ini berupa uang tunai yang diberikan supaya siswa bisa terus belajar tanpa hambatan biaya. Tujuan utama dari PIP untuk mencegah anak putus sekolah dan memastikan semua punya kesempatan belajar yang sama, baik melalui jalur formal SD sampai SMA/SMK dan jalur non formal. Lewat PIP, diharapkan siswa tetap bisa fokus belajar dan meraih cita-citanya.
Sementara, Program BSPS atau kerap dikenal sengan sebutan “bedah rumah”, adalah bantuan pemerintah untuk meningkatkan kualitas rumah tidak layak huni (RTLH) menjadi layak huni, aman, dan sehat bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bogor, Doni Maradona Hutabarat, sambung Andriyansah menyampaikan, bahwa pengurus kecamatan dan desa yang sudah terbentuk harus siap bergerak membantu masyarakat dan berjuang untuk memenangkan partai.
“Pada pertemuan ini, Bang Adian Napitupulu menegaskan dan menyampaikan bahwa kader partai harus berjuang bersama dan perjuangkan program PIP dan BSPS itu untuk rakyat dan jangan ada yang dipotong oleh siapapun,” ucapnya.
Menutup wawancara, Politisi PDI Perjuangan Kabupaten Bogor ini mengutip kalimat yang pernah disampaikan Presiden RI, Soekarno yakni ‘setialah pada sumbermu’. Andriyansah berujar, Ramadhan merupakan bulan perjuangan bagi rakyat Indonesia.
“Jadi, bukan hanya ibadah spiritual, tetapi juga momen historis kemerdekaan yang diraih pada 9 Ramadhan 1364 H (red. 17 Agustus 1945) dalam suasana puasa. Bulan Ramadhan ini, melambangkan semangat jihad, kesabaran, dan perlawanan terhadap penjajahan. Kala itu, termasuk peristiwa penting seperti Proklamasi Kemerdekaan, Kongres Budi Utomo, dan pertempuran melawan penjajah,” tukasnya.
“Dan, PDI Perjuangan dengan ideologi Pancasila 1 Juni ini harus tetap membumi dengan falsafah gotong royongnya. Maka, kesejahteraan dan kesehatan rakyat adalah yang utama. Itu sebagai target berpolitik,”tuntas Andriyansah. (Nesto)
