INTELMEDIA – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tengah membidik investasi senilai Rp6,6 triliun untuk membangun skytrain atau kereta gantung sebagai feeder Light Rail Transit (LRT) Jabodebek yang akan menghubungkan Stasiun Harjamukti hingga kawasan Mekarsari dan sekitarnya.
Proyek transportasi massal tersebut akan menggunakan sistem skytrain dengan panjang lintasan sekitar 22 kilometer dengan biaya diperkirakan mencapai Rp300 miliar per kilometer. Pembangunan jalur ini ditujukan untuk meningkatkan konektivitas warga Bogor Timur dengan pusat aktivitas di Jakarta dan sekitarnya.
Anggota DPRD Kabupaten Bogor dari Dapil 2 Beben Suhendar menyambut positif rencana tersebut.
Menurut Beben, wilayah Bogor Timur memang sedang berkembang pesat sejak dibangunnya Jalan Transyogi Cibubur-Cianjur yang memicu pertumbuhan berbagai kawasan perumahan skala menengah ke bawah.
“Maraknya pembangunan perumahan skala menengah ke bawah mengandung konsekuensi perlunya infrastruktur penunjang, baik kesehatan, pendidikan, maupun sarana transportasi,” ujar Beben kepada Radar Bogor, Kamis, 16 Oktober 2025.
Ia menilai, meski gerbang tol Kota Wisata sudah dibuka, harapan publik terhadap kelancaran lalu lintas belum sepenuhnya terwujud. Sebab, kemacetan masih sering terjadi di jalur Jonggol-Cileungsi-Cibubur.
Beben berharap, hadirnya moda transportasi alternatif seperti skytrain feeder LRT Jabodebek dapat menjadi solusi nyata untuk memperlancar mobilitas masyarakat di kawasan Bogor Timur.
“Adanya opsi lain seperti rencana skytrain atau moda transportasi yang bisa memperlancar mobilitas penduduk sangat ditunggu,” tutupnya.(RB)
