Intelmedia— Suasana halaman Kantor Desa Cilebut Timur, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, Senin (6/10), berubah menjadi lautan putih. Ribuan warga, terutama kaum ibu, datang sejak pagi dengan wajah berseri, menyambut peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Lantunan shalawat dan aroma nasi liwet berpadu menjadi tanda bahwa peringatan kali ini bukan sekadar ritual, melainkan perayaan cinta dan kebersamaan.
Penceramah kondang asal Semplak, KH Syahrul Sidiq, menjadi magnet utama. Dengan gaya khasnya yang humoris dan menggugah, ia berbicara tentang pentingnya menjaga iman, memperbaiki ibadah, dan meneladani Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari. Suasana penuh tawa tapi juga renungan; tawa karena gayanya yang jenaka, dan renungan karena kalimatnya menyentuh sisi terdalam jiwa.
Di sela acara, terlihat beberapa anak muda ikut membantu ibu-ibu menyiapkan konsumsi. Anak-anak kecil berlarian sambil menirukan potongan shalawat, seolah suasana religius itu menular hingga ke generasi penerus. Tak ada wajah lelah yang terlihat, hanya antusiasme yang mengalir di antara mikrofon, sajadah, dan doa.
Usai acara, Kepala Desa Cilebut Timur, Muchtar Kelana, tampak tersenyum bangga. Kepada deFakto, ia menegaskan bahwa peringatan Maulid kali ini tidak menggunakan dana desa atau APBDes, melainkan hasil gotong royong masyarakat.
“Kegiatan ini dibiayai murni oleh kaum ibu, didukung oleh RT, RW, PKK, dan para tokoh masyarakat Cilebut Timur,” ujarnya dengan nada penuh apresiasi.
Menurut Muchtar, semangat kebersamaan warga ini menjadi bukti nyata bahwa nilai gotong royong masih hidup di tengah masyarakat. Bahkan tanpa bantuan dana pemerintah, acara bisa berlangsung meriah, tertib, dan berkesan. “Inilah wujud nyata dari cinta Rasul yang diterjemahkan menjadi kerja sama dan kepedulian,” tambahnya.
Yang membuat acara ini berbeda, kata Muchtar, adalah tema yang diangkat: “Cilebut Timur untuk Gaza Palestina”. Tema ini dipilih untuk menggugah empati dan menanamkan kesadaran kemanusiaan bahwa penderitaan di Gaza juga menjadi tanggung jawab moral umat Islam dimana pun berada.
“Tujuan kami sederhana — agar masyarakat tidak hanya merayakan Maulid dengan zikir dan doa, tapi juga menyalurkan kepedulian untuk saudara-saudara kita di Palestina,” ujarnya.
Di akhir acara, diumumkan bahwa hasil donasi yang terkumpul dari para jamaah mencapai Rp.4 juta, yang akan disalurkan melalui jaringan bantuan ke warga Gaza. Jumlah itu mungkin tak besar di atas kertas, tapi nilainya melambung tinggi di mata langit — karena lahir dari hati yang tulus dan tangan yang ikhlas.
Sebelum menutup pembicaraan, Kades Muchtar melempar kalimat singkat yang kini jadi buah bibir warga: “Tidak bisa berkata-kata banyak, lihat saja buktinya, masyarakat Cilebut Timur is the best!,” katanya bangga.
Di halaman kantor desa, warga Cilebut Timur tidak hanya memperingati kelahiran Rasul, tapi juga melahirkan kembali semangat gotong royong dan kemanusiaan yang selama ini menjadi ruh dari ajaran Nabi Muhammad SAW.
(DidiS)
