INTELMEDIA– Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara, menanggapi persoalan penutupan jalan oleh sopir truk di Parung Panjang yang sempat viral beberapa hari lalu.
Dia menekankan pentingnya sinergi antara Pemerintah Kabupaten Bogor dan Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam mencari pola terbaik agar masyarakat tidak dirugikan, sementara sopir truk tetap bisa bekerja.
“Kita harapkan Pak Bupati dengan Pak Bupati Tangerang bisa mendapatkan solusi yang terbaik. Di sisi lain, kita juga harus menghitung ada 6.000 truk yang kalau dikalikan dua, sekitar 12.000 orang menggantungkan hidup di jasa angkutan,” ujarnya kepada Radar Bogor, Minggu 21 September 2025.
Menurutnya, regulasi pengaturan jam operasional truk harus disusun dengan bijak.
Salah satu skema yang bisa diterapkan adalah pembatasan jam melintas, misalnya hanya diperbolehkan masuk mulai pukul 10.00 hingga jam tertentu.
“Contoh dari jam 10.00 sampai jam 01.00 bisa dilalui. Hari ini juga kantong-kantong pasir yang disiapkan pemerintah pusat harus betul-betul dipastikan bisa berjalan dengan baik,” jelasnya.
Ia juga menyoroti kondisi infrastruktur jalan yang masih dalam tahap perbaikan.
Jika kendaraan berat dibiarkan melintas di luar jam yang disepakati, dikhawatirkan jalan yang dibangun dengan anggaran besar akan cepat rusak.
“Tadi juga jadi bahan pembahasan dan pemikiran kita. Bagaimana kalau musim pembangunan volumenya dikurangi? Yang tadinya sekian ribu dikurangi separuhnya, supaya semua bisa berjalan. Tentu keselamatan masyarakat paling utama,” tambahnya.
Terkait perhatian khusus dalam penyelesaian masalah truk lintas Parung Panjang yang sudah berlangsung bertahun-tahun, ia menilai langkah cepat Bupati Bogor dan Bupati Tangerang patut diapresiasi.
“Mangkanya hari ini saya kira ada i’tikad baik antara Bupati Bogor dan Bupati Tangerang. Di hari Minggu pun mereka mau mencari solusi-solusi,” tegasnya.
Ia menilai jika regulasi tersebut diterapkan dengan baik, maka persoalan kemacetan maupun keresahan warga bisa teratasi.
“Kalau kemarin saya lihat di beberapa postingan, sudah bagus. Sudah tidak ada lagi kemacetan, sudah tidak ada lagi liputan terkait masalah di Parung Panjang tersebut,” pungkasnya. (RB)
