INTELMEDIA — Komunitas Pemuda Peduli (KPP) Bogor Raya menegaskan bahwa komitmen menjaga stabilitas dan kondusivitas Kabupaten Bogor tidak boleh berhenti pada narasi normatif semata. Diperlukan langkah konkret, terukur, dan berani dari pemerintah daerah, khususnya Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Bogor.
Ketua KPP Bogor Raya, Beni Sitepu, secara tegas menyatakan bahwa pihaknya mengamini komitmen Bakesbangpol, namun sekaligus mengingatkan agar komitmen tersebut tidak menjadi sekadar formalitas tanpa implementasi nyata di lapangan.
“Kami mendukung penuh komitmen Bakesbangpol. Tapi harus ditegaskan, Kabupaten Bogor hari ini tidak sedang baik-baik saja. Ancaman sosial nyata di depan mata. Jika hanya berhenti pada komitmen, maka itu adalah bentuk pembiaran,” tegas Beni Sitepu, Senin (13/4/2029).
KPP Bogor Raya menilai lemahnya respons terhadap berbagai persoalan sosial, mulai dari penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar, potensi konflik sosial, hingga menurunnya ketahanan moral generasi muda, merupakan alarm keras yang tidak boleh diabaikan.
“Ini bukan lagi soal wacana. Ini soal keberanian bertindak. Negara harus hadir. Pemerintah daerah harus tegas. Jika tidak, maka yang dipertaruhkan adalah masa depan generasi muda Kabupaten Bogor,” lanjutnya dengan nada keras.
KPP Bogor Raya juga menegaskan akan mengambil peran sebagai pengontrol sosial aktif, bukan sekadar mitra simbolis. Pihaknya siap mengawal, mengkritisi, sekaligus mendorong kebijakan yang berpihak pada stabilitas dan keselamatan masyarakat.
“Kami tidak akan diam. Jika komitmen tidak dijalankan secara serius, maka kami akan berdiri di garis depan untuk mengingatkan, bahkan menekan. Ini tanggung jawab moral kami sebagai bagian dari elemen pemuda,” tutup Beni Sitepu.
KPP Bogor Raya menegaskan, menjaga Kabupaten Bogor bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama yang harus diwujudkan dengan aksi nyata, bukan sekadar retorika. (Dodo)
