Ketua Komisi IV, DPRD Kota Bogor, Ence Setiawan
Aartreya – Bulan November sering disebut sebagai bulan pahlawan, karena identik dengan kisah heroik para pejuang bangsa mempertaruhkan nyawa demi kemerdekaan Indonesia. Demikian disampaikan Ketua Komisi IV DPRD Kota Bogor, Ence Setiawan.
“Hari pahlawan nasional menjadi sebuah momen untuk mengingat kembali betapa berat perjuangan atau pengorbanan para pahlawan,” kata ence Setiawan kepada Aartreya, pada Selasa (11/11/2025).
Namun, makna kepahlawanan tidak berhenti pada masa lalu. Semangat itu, sambung Ence, justru perlu diterjemahkan dalam tindakan nyata sesuai dengan tantangan zaman, mulai dari bidang pendidikan, sosial, hingga teknologi.
“Dan, adalah tugas kita mengisi kemerdekaan ini dengan melanjutkan perjuangan dan mewujudkan cita-cita mereka yang berjuang untuk menyejahterakan masyarakat Indonesia. Memaknai Hari Pahlawan di era modern ini tidak hanya sebatas mengenang jasa para pahlawan di masa lalu, tetapi juga meneruskan semangat perjuangan mereka dalam bentuk yang relevan dengan tantangan zaman sekarang,” tukasnya.
Wakil rakyat asal daerah pemilihan (dapil) Bogor Barat, Kota Bogor ini melanjutkan, kriteria Pahlawan Nasional menurut Pasal 24 dan Pasal 26 UU Nomor 20 Tahun 2009 yakni WNI, memiliki integritas moral dan keteladanan, berjasa terhadap bangsa dan negara, berkelakuan baik hingga setia dan tidak mengkhianati bangsa dan negara.
Penobatan gelar Pahlawan Nasional diberikan kepada seseorang yang telah meninggal dunia, hingga melakukan pengabdian dan perjuangan yang berlangsung hampir sepanjang hidupnya dan melebihi tugas yang diembannya.
“Memaknai semangat kepahlawanan pada masa kini tidak lagi berada pada konteks perjuangan fisik seperti era pra-kemerdekaan, melainkan diwujudkan melalui kerja ikhlas, profesional, dan berdampak bagi masyarakat,” tutur Ence.

Keseharian di lingkungan, sambungnya, pahlawan masa kini sering hadir dalam wujud yang tidak mencolok.
“Pahlawan kekinian itu dalah guru yang tetap mengajar mencerdaskan anak bangsa dengan semangat meski pendapatannya belum manusiawi. Tenaga kesehatan yang melewati malam yang merawat pasien. Para petani dan nelayan yang memastikan ada makanan untuk bangsa, TNI dan Polri hingga jurnalis. Serta, masih banyak lagi,” tukasnya.
Adalah bijak, lanjutnya, menjadikan Hari Pahlawan sebagai momen memperkuat semangat pengabdian.
“Saya mengajak siapapun memaknai Hari Pahlawan ini dengan hal-hal yang positif, dengan hal-hal yang bermanfaat bagi masyarakat, sehingga kita semua bisa menjadi pahlawan bagi masyarakat, bagi bangsa Indonesia,” tuntasnya. (Nesto)
