Rino Indira
Aartreya – Rino Indira Gusniawan kembali menjadi Direktur Utama Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor untuk periode 2025–2030. Pemerintah Kota Bogor resmi mengangkatnya sekaligus menandai penyesuaian Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) Tirta Pakuan yang telah mendapat persetujuan Kementerian Dalam Negeri.
Persetujuan tersebut tertuang dalam Surat Dirjen Bina Keuangan Daerah Nomor 900.1.13.2/8149/Keuda, yang menyetujui penambahan jumlah direksi Tirta Pakuan. Pemkot Bogor kemudian menindaklanjutinya melalui SK Wali Kota Bogor Nomor 900.1.13.2/Kep.393-Bag.Ekon/2025 tentang Pengangkatan Kembali Direktur Utama Perumda Tirta Pakuan.
Lalu, bagaimana pendapat Ketua Forum Peduli Bangsa (FPB) E Okta Aryanto terkait pengangkatan kembali Rino Indira menahkodai PDAM Tirta Pakuan?
“Melanjutkan layanan publik yang sudah baik, itu penting dan sangat didukung. Sebab, selama ini figur kepemimpinan Rino sudah terbilang baik dengan membuat terobosan pemasangan sambungan baru gratis untuk warga Kota Bogor,” kata Okta, Jumat (28/11/2025).
Terkait pemasangan air gratis tanpa melakukan pungutan, sambungnya, dinilai memuaskan publik.
“Saya tinggal di Mulyaharja, yang saya ketahui saat pemasangan pipanisasi PDAM Tirta Pakuan, didahului dengan menggali, kemudian diakhiri dengan menutup dan merapikan kembali galian dengan ditutup aspal. Artinya, pekerjaan layanan PDAM Tirta Pakuan tidak menuai keluhan masyarakat,” puji pria yang juga aktivis 98 dan penggiat forum sejarah di Museum Perjuangan Bogor ini.
Tak hanya itu, PDAM Tirta Pakuan selama dipimpin Rino diketahui sukses menjadikan BUMD air minum terbaik di Indonesia dengan raihan laba mencapai Rp 59,1 miliar pada tahun 2024 dan 2025.
“Dan, setahu saya, di era Rino, PDAM Tirta Pakuan sukses meningkatkan cakupan layanan dan kapasitas produksi air dan pengembangan jaringan memperluas jaringan pipa dan meningkatkan volume air terjual,’ tuturnya
Rino selaku dirut, lanjutnya, dikenal sebagai sosok yang baik, dan seorang pemimpin yang sukses.
“Hal itu dibuktikan dengan salurkan dividen atau bagian dari laba bersih BUMD kepada pemiliknya, yaitu pemerintah daerah, dari total penyertaan modal Pemkot Bogor sebesar Rp 342,95 miliar, telah mengembalikan dividen kumulatif Rp 356,45 miliar,” ucapnya. (Nesto)
