INTELMEDIA – Lonjakan suhu udara yang belakangan terasa ekstrem di Kabupaten Bogor menjadi perhatian serius berbagai pihak.
Kondisi ini mendorong Pemkab Bogor untuk merealisasikan program Satu Kecamatan, Satu Hutan Kota, sebagai langkah menjaga keseimbangan lingkungan sekaligus menambah ruang terbuka hijau di Kabupaten Bogor.
Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bogor, Beben Suhendar, menyampaikan dukungannya terhadap inisiatif pembangunan Hutan Kota tersebut.
“Anomali meningkatnya suhu udara yang agak ekstrem akhir-akhir ini dirasakan langsung oleh warga Kabupaten Bogor,” ujarnya kepada Radar Bogor, Jumat 17 Oktober 2025.
Menurut Beben, kondisi itu disebabkan berbagai faktor, di antaranya alih fungsi lahan dan penebangan hutan tidak terkendali.
“Upaya untuk menjaga keseimbangan alam dengan berinisiatif membuat program hutan kota di setiap kecamatan perlu dihargai sepanjang ketersediaan lahan milik pemerintah tersedia,” kata Beben.
Ia berharap program tersebut tidak hanya bersifat estetika, melainkan juga memiliki nilai esensial dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Selain itu, ia mengusulkan agar gerakan penghijauan diperluas hingga ke tingkat desa melalui program tanam sejuta pohon di lahan atau bukit gundul yang difasilitasi Pemkab Bogor.
“Supaya leuweung hejo rakyat ngejo. Eksekutif harus gerak, kita backup,” tegasnya. (RB)
