INTELMEDIA /Jakarta – Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Mahasiswa Pelajar Kebangsaan (DPP GMPK) secara resmi menyerukan kepada seluruh elemen bangsa untuk merapatkan barisan mendukung visi besar Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Pernyataan ini dikeluarkan sebagai respons tegas terhadap munculnya ajakan provokatif dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab dan berupaya memecah belah persatuan bangsa.
Fungsionaris kader DPP GMPK, Imam Maksum Amrullah, menyatakan dengan tegas bahwa di tengah kerja nyata pemerintah membangun fondasi Indonesia Emas 2045, tidak ada ruang bagi gerakan inkonstitusional yang hanya mengandalkan narasi kebencian dan provokatif.
“Kami mencermati adanya gerakan yang mencoba menghasut masyarakat melalui narasi revolusi yang destruktif. Termasuk pihak yang menamakan dirinya Komite Pusat Gerakan Revolusi Demokratik (KP-GRD), yang berupaya menggulirkan narasi kebencian dan ajakan provokatif. Di tengah semangat membangun bangsa melalui Asta Cita, fokus kita adalah kerja nyata, bukan melayani provokasi tidak berdasar,” tegas Imam pada wartawan, Senin (16/03/26).
Imam Maksum Amrullah, yang juga praktisi aktif sebagai Petani Milenial dalam program Brigade Swasembada Pangan Kementan RI, menyampaikan melalui visi Asta Cita di bawah pemerintahaan saat ini, tengah dibangun dengan komitmen yang sangat serius dan bukan sekadar janji, melainkan transformasi yang dapat diukur melalui data valid keberhasilan yang kini mulai dirasakan langsung oleh rakyat sebagai alasan kuat mengapa stabilitas harus dijaga.
“Negara ini sedang merajut mimpi besar melalui kerja nyata. Kami mengajak masyarakat untuk tidak terhasut oleh ajakan yang inkonstitusional dari pihak manapun, termasuk narasi yang memecah belah. Mari kita balas kebencian dengan sinergi, dan balas fitnah dengan fakta-fakta pembangunan yang sudah mulai merembes ke akar rumput”. Ungkap Imam.
Pemerataan ekonomi desa dengan beroperasinya kurang lebih 25.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh pelosok Indonesia menjadi bukti bahwa distribusi ekonomi tidak lagi terpusat di kota besar. Kehadiran SPPG memastikan anggaran kurang lebih Rp.335 Triliun pada tahun 2026 ini untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG), berputar langsung di desa, menyentuh warung-warung rakyat, peternak kecil, dan petani lokal.
Kedaulatan pangan berbasis gotong royong juga berdampak karena keberadaan Koperasi Desa Merah Putih yang telah resmi menjadi benteng ekonomi kerakyatan. Koperasi ini memastikan rantai pasok pangan dari ladang hingga ke meja makan anak sekolah berjalan dalam semangat kekeluargaan, melindungi produsen kecil dari persaingan yang tidak sehat.
Investasi kemanusiaan melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah langkah mulia untuk memutus rantai stunting. Dengan gizi yang terjamin, anak-anak Indonesia dipersiapkan menjadi generasi yang cerdas dan berjiwa sehat. Dan itu adalah sebuah modal utama menuju bangsa yang sukses dan bermartabat.
DPP GMPK menyuarakan seruan damai untuk persatuan sebagai bentuk tanggapan atas munculnya isu-isu provokatif yang mencoba menggoyang stabilitas nasional, juga sebagai pernyataan sikap tegas bahwa keberlanjutan pembangunan adalah harga mati untuk kesejahteraan rakyat.
“Mari kita jaga suasana tetap sejuk. Demokrasi yang sehat adalah demokrasi yang membangun, bukan yang menghasut. Asta cita adalah jembatan kita menuju kedaulatan. Dengan mendukung program ini, kita sedang memastikan bahwa kemandirian pangan dan kesehatan anak bangsa tetap menjadi prioritas utama”. Pungkas Imam.
DPP GMPK juga berkomitmen untuk terus mengawal jalannya pemerintahan sebagai mitra strategis dengan kritik yang konstruktif dan dukungan yang tulus, demi terwujudnya Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur. (Mam)
