INTELMEDIA – Ketua Komunitas Pemuda Peduli (KPP) Bogor Raya, Beni Sitepu menyebut UPTD Rumah Susun (Rusun) di lingkungan kota hujan diduga kerap jadi tempat kegiatan asusila. Selain itu, pencurian kendaraan bermotor kerap kali terjadi. Namun, Beni tak menyebut lokasi rusunawa yang dimaksud.
“Kasus kehilangan satu unit sepeda motor milik penghuni di lingkungan rusun belum lama ini terjadi. Rusun yang seharusnya menjadi hunian rakyat yang aman dan bermartabat juga diduga disalahgunakan untuk aktivitas yang bertentangan dengan norma hukum, norma kesusilaan,” kata Beni, Jumat (23/1/2026).
Hal ini, sambungnya, menunjukkan pembiaran sistematis serta lemahnya pengawasan oleh pegawai UPTD Rusun.
“Kejadian ranmor merupakan indikasi kuat kegagalan total sistem pengelolaan, pengawasan, dan pengamanan UPTD Rusun. Juga, dugaan kegiatan asusila di lingkungan Rusun. Hal ini mempertegas bahwa sistem keamanan Rusun gagal total. Kehilangan kendaraan di area hunian resmi milik pemerintah adalah bukti nyata bahwa UPTD dan pihak keamanan tidak menjalankan tugas dan tanggung jawabnya,” tandasnya.
Atas kondisi tersebut, sambung Beni, pihaknya mendesak copot dan pecat seluruh pegawai UPTD Rusun yang terbukti lalai, gagal menjalankan tugas, serta tidak mampu menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan Rusun.
“Batalkan dan putus kontrak pihak ketiga pengelola keamanan Rusun, karena terbukti tidak memberikan rasa aman bagi penghuni. Serta, lakukan audit menyeluruh terhadap sistem pengelolaan, pengawasan, dan keamanan Rusun. Jika UPTD Rusun gagal total, maka perombakan menyeluruh adalah satu-satunya jalan,” tuntasnya. (Dodo)
