Aartreya – Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Persatuan Alumni (PA) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Abdy Yuhana menyampaikan ajaran-ajaran Bung Karno hingga kini masih relevan.
Ia mengatakan bahwa Bung Karno menyampaikan pentingnya akan keteguhan terhadap asas (Pancasila) dan asas Perjuangan (Trisakti).
“Pesan Bung Karno tentang ambeg paramartha (memiliki sifat yang utama) dalam menyelesaikan persoalan kebangsaan memiliki relevansinya pada saat ini,” kata Abdy usai ziarah di makam Bung Karno, Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, Jawa Timur, baru-baru ini.
Abdy Yuhana juga mengatakan bahwa Bung Karno menyampaikan pentingnya akan keteguhan terhadap asas (Pancasila) dan asas Perjuangan (Trisakti).
“Pesan Bung Karno tentang ambeg paramartha (memiliki sifat yang utama) dalam menyelesaikan persoalan kebangsaan memiliki relevansinya pada saat ini,” tukasnya.
Dosen hukum tata negara salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Bandung ini menambahkan, sosok Presiden pertama RI ini dikenang sebagai proklamator, bapak bangsa, pemersatu bangsa-bangsa Asia Afrika, penggali Pancasila hingga memuliakan perjuangan pemuda.
“Bahwa dunia ini dihidupi oleh manusia. Bahwa manusia didunia ini, Saudara-saudara, “basically” – pada dasar dan hakekatnja – adalah sama; tidak beda satu sama lain.”
“Dan oleh karena itu manusia inilah jang harus diperhatikan. Bahwa massa inilah achirnja penentu sedjarah, “The Makers of History”. Bahwa massa inilah jang tak boleh diabaikan ~ dan bukan sadja massa jang hidup di Amerika, atau Canada, atau Italia, atau Djerman, atau Swiss, tetapi massa diseluruh dunia.”
Demikian kutipan Pidato Soekarno soal Sumpah Pemuda yang disampaikan di Semarang pada tanggal 29 Juli 1956.
“Pemikiran, gagasan, dan juga karya-karya Soekarno masih relevan dengan kondisi bangsa dan negara saat ini,” kata pria yang juga Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jabar ini.
Keteladanan Bung Karno ini, sebut Abdy, perlu menjadi contoh di masa sekarang dan masa yang akan datang/
“Bahwa menjadi seorang pemimpin itu, bekerja tanpa pamrih, dimana seluruh kebijakannya harus berorientasi untuk kepentingan bangsa dan negara,” tuntasnya.
Sebagai informasi, kegiatan ziarah diikuti jajaran pengurus GMNI dari pusat hingga daerah. Rombongan datang dan langsung menuju ke area makam, doa bersama serta tabur bunga. Hadir pada kegiatan tersebut Ketua Dewan Kehormatan Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Siswono Yudo Husodo yang juga menyampaikan pihaknya merasa bangga mempunyai Presiden pertama Soekarno dan ajarannya disebut relevan dengan zaman.
“Kami bangga memiliki seorang Presiden Proklamator seperti Bung Karno yang mempertaruhkan seluruh hidupnya, jiwa raganya untuk kemajuan bangsa dan negara ini,” ucap Siswono yang juga Ketua Pembina Yayasan Pendidikan dan Pembinaan Universitas Pancasila.
Menurut diaa, perjalanan suatu bangsa mengalami pasang surut. Hal itu juga terjadi di sejumlah negara lain. Namun yang penting adalah menjaga semangat untuk tetap menyala.
“Indonesia harus menjadi pemimpin. Itu semangat yang dicanangkan Bung Karno ‘gantungkanlah cita-cita setinggi langit’. Itu ajaran Bung Karno yang bisa ditempah agar kita menjadi bangsa yang makin maju dihormati bangsa lain,” kata dia. (Eko Okta)
